beritaposonline
Headlines News :
    beritaposonline
    beritaposonline
    Tampilkan postingan dengan label mobil mewah. Tampilkan semua postingan
    Tampilkan postingan dengan label mobil mewah. Tampilkan semua postingan

    Mercedes-Benz Produksi G-Class versi Sipil

    Mercy G-Class enam roda selama ini hanya ditemui di dunia militer, tepatnya di angkatan bersenjata Australia, maka saat ini jip Mercedes-Benz sepertinya akan bisa dinikmati sipil. Bernama lengkap 6x6 G63 AMG V8 Biturbo, Mercy membuat G-Class istimewa dengan kemampuan luar biasa.
    Tidak tanggung-tanggung, G-Class Triple Gardan itu tampil dengan tenaga buas yang dibidani oleh para insinyur dari AMG. Ia dibekali mesin 5.500 cc V8 dengan turbo ganda. Daya maksimum mencapai 544 dk dan torsi di angka 760 Nm. Lebih dari cukup untuk mendukung kapabilitasnya di jalan off-road.

    Untuk fungsi sekaligus menunjang gaya, ia menggunakan pelek Hutchinson dengan ban off-road. Tak lupa damper Ohlins dan tire pressure control system untuk kekuatan kaki-kakinya.

    Mewah dan berkemampuan super. Mobil-mobil istimewa seperti inilah yang sangat disukai para raja minyak di Timur Tengah. 

    Inilah Mobil Sport Buruan Para Kolektor

    Penggemar mobil sport pasti rela mendapatkan mobil impiannya meski harganya cukup selangit. Berikut daftar mobil sport berharga di bawah Rp 1 miliar yang jadi buruan kolektor.
    SRT Viper
    Di urutan teratas ada Si Ular, SRT Viper yang dijual seharga US$ 97.395. Produsennya yakni Chrysler mengklaim kalau mesin 8.4-liter V10 bertenaga 640 hp menghasilkan torsi yang paling besar di kelasnya. Viper mendapatkan jempol dari kritikus berkat desainnya yang mengingatkan pada mobil-mobil super keluaran Eropa. Dan seperti pendahulunya, mobil ini sangat cocok dikoleksi di garasi. 

    Corvette Convertible 427
    Di urutan kedua mobil yang wajib dikoleksi adalah tidak lain mobil Amerika Corvette Stingray. Dengan mesin 7.0-liter V8 bertenaga 505 daya kuda, mobil ini merupakan  Corvette convertible tercepat. Dengan banderolan seharga US$ 75.925, mobil ini bisa menjadi investasi yang menguntungkan di masa depan.

    Audi RS5
    Dengan harga US$ 100 sedikit lebih mahal dari Cayman S, Audi RS5 berada di urutan ketiga berkat desain coupenya yang klasik dan performa yang dahsyat. Di balik bonnet mobil ini tersimpan mesin 4.2-liter V8 dengan tenaga 450 hp dan torsi sebesar 317 lb-ft.

    Porsche Cayman S
    Saudara dari Porsche 911 ini berada di urutan keempat. Model tahun 2013 merupakan model yang paling dahsyat, lebih irit BBM dan lebih ringan dari Cayman model sebelumnya. Dengan harga US$ 63.800 pecinta  Porsche bakal mendapatkan sebuah mobil seksi dengan interior mewah dan performa yang tidak kalah hebat dengan generasi 911. Mobl ini sanggup berlari dari 0-100 km per jam dalam 4,4 detik saja berkat mesin 3.4-liter 325-hp yang dikawinkan dengan Sport Chrono Package.

    Chevrolet Camaro ZL1 Convertible
    Chevrolet Camaro ZL1 Convertible mengambil urutan kelima. Dengan harga sekitar Rp 500 jutaan di Amerika penggila otomotif akan dimanjakan dengan kegarangan mesin 6.2-liter dengan tenaga 580 daya kuda. Mobil ini diprediksi akan tetap menjadi idaman sampai 20 tahun ke depan.

    Mengenal Sistem "Four Wheel Steering" BMW

    BMW pada mobil Seri-7 terbaru (740Li dan juga 750Li) kembali menerapkan sistem kemudi empat roda (4-wheel steering) dan diberi nama BMW Integral Active Steering. Dengan sistem kemudi cerdas ini, sudut belok roda depan dan belakang dapat diatur sesuai kondisi. 

    Sistem ini merupakan paduan active steering yang mampu mengubah rasio putaran kemudi sesuai kecepatan dengan mechatronic actuator yang menggerakkan roda belakang sesuai sudut yang dibutuhkan.
    Berbeda dengan sistem four wheel steering lama, tak ada hubungan mekanis antara kemudi roda depan dan belakang. Sudut belok roda belakang ditentukan oleh ECU yang memantau berbagai aspek seperti kecepatan, derajat belok roda depan, maupun sudut kemiringan mobil.

    Tentu saja sistem kemudi ini tidak terlepas dari beberapa sistem lainnya seperti Dynamic Stability Control (DSC) maupun Integrated Chassis Management  yang sama-sama bertugas menjaga kestabilan kendaraan.


    Pada kecepatan di atas 80 km/jam, roda belakang dapat bergerak dengan sudut maksimum 3 derajat searah dengan roda depan. Hal ini meningkatkan kestabilan dan keselamatan di berbagai manuver. Seperti saat mobil pindah jalur di jalan bebas hambatan maupun melewati tikungan panjang.

    Pada kecepatan rendah, mobil terasa tak begitu panjang sehingga mudah diajak bermanuver. Pada kecepatan sampai 60 km/jam, roda belakang bergerak juga dengan sudut 3 derajat berlawanan arah dengan roda depan. Pada saat yang sama, Active Steering akan menurunkan rasio putaran kemudi pada roda depan.

    Kombinasi kedua fitur ini mampu menghasilkan kemampuan bermanuver yang baik terutama di jalan sempit maupun berkelok tajam. Saat melakukan manuver untuk parkir, mobil dengan panjang sumbu roda 3,21 meter ini, mengalami penurunan radius putar hingga 70 cm dibandingkan tanpa sistem ini.

    Selain beberapa keuntungan yang signifikan di atas, pengemudi juga tidak perlu melakukan gerakan ekstra karena derajat belok roda depan sudah mendapatkan kompensasi dari roda belakang selain Aktive Steering yang telah diadaptasinya. Hal ini mereduksi segala usaha untuk memutar kemudi menjadi lebih rendah lagi. Pengemudi maupun penumpang bisa sama-sama merasakan sensasi berkendara tanpa mengorbankan kenyamanan.

    'Jok Getar' Fitur Keamanan Terbaru dari GM

    Keputusan General Motors (GM) menambahkan peringatan getaran karena sistem suara dan visual belum sepenuhnya ampuh atau efektif. Kemungkinan pengemudi, bahkan penumpang cuek dengan suara peringatan dan indikator visual di panel instrumen, bisa saja terjadi. Karena itu sistem Lane Shanging Alert (Warning) System sebagai sistem peringatan pindah lajur disematkan pada Cadillac pada XTS.

    GM langsung mengklaim (tentu saja mematenkannya), Cadillac XTS adalah mobil pertama di dunia menggunakan sistem peringatan getar jok. Getaran tidak hanya untuk memperingatkan pengemudi saat pindah lajur, juga waktu parkir. GM menyebut sistem ini “Cadillac Safety Allert Seat”.
    Bagian bawah jok – yang diduduki – bergetar kanan- kiri untuk memperingatkan pengemudi terhadap kemungkinan bahaya, Misalnya, arah mobil melenceng atau hampir menyenggol mobil lain saat parkir.

    Sistem juga digabungkan dengan peringatan suara berupa “bip-bip” dan visual. Keduanya bisa matikan bila dinilai mengganggu!  Dijelaskan, dengan getaran, pengemudi lebih cepat fokus mengantisipasi bahaya.

    Ditambahkan, peringatan perasaan ini efektif dan intuitif untuk mengurangi kekacauan indera penglihatan dan pendengaran pengemudi. Khusus bagi mereka yang sudah berpengalaman mengemudi. Cuek dengan suara dan simbol-simbol.

    Sistem keselamatan aktif  ini merupakan bagian dari paket Cadillac Driver Awarness and Driver Assist  membantu pengemudi tidak menabrak. Isi paket antara lain peringatan kemungkinan menyeruduk (tabrakan belakang), peringatan pindah jalur, zona tak terlihat (blind spot) dan peringatan mobil di belakang. 

    Safety Alert Seat bekerja dengan berbagai sensor dan kamera yang dipasang  pada mobil. Sistem bisa membuat keputusan langsung, mengaktifkan sistem peringatan untuk bekerja atau tidak.

    Jok juga dihubungkan ke Sistem Parkir dan Peringatan Lalu lintas Belakang (Rear Cross Traffic Allert), khusus saat berada di tempat parkir yang sempit. Untuk ini digunakan kamera yang dipasang di eksterior. Selanjutnya, pengemudi bisa melihat di luar mobil melalui panduan parkir pada layar LCD 8 inci di bagian tengah panel instrumen.

    Ketika mobil mundur, jok bergetar pada kedua sisi bila ada obyek. Getaran makin kencang ketika obyek semakin dekat! 

    'Intelligent Drive' Teknologi Terkini dari Mercedes Benz

    Sebuah evolusi dari teknologi pengenal rambu-rambu lalu lintas kini sudah digunakan oleh Mercedes-Benz. Teknologi 'peringatan salah jalan' ini menggunakan kamera yang dipasang di dalam kaca depan untuk mengenali rambu-rambu yang melarang mobil untuk memasuki jalan tersebut.
    Piranti itu akan memperingati pengemudi dengan peringatan visual dan akustik. Teknologi ini juga dapat mengenali batas kecepatan di wilayah tertentu dan tanda dilarang menyalip.

    Mercedes meluncurkan sistem ini sebagai bagian dari kampanye 'Intelligent Drive' mereka, yang mulai akan digunakan pada Mercedes S-Class dan E-Class terbaru, dan secara bertahap akan menyebar ke seluruh jajaran mobil Mercedes lainnya.

    Pada awalnya, sistem ini hanya tersedia di Jerman, namun Mercedes mengatakan mereka akan mengupayakannya untuk dapat digunakan di negara lainnya.

    Tujuan sistem ini adalah mengurangi kecelakaan mengemudi, Mercedes-Benz mengorientasikannya di kehidupan nyata untuk memberikan perlindungan terbaik bagi semua pengguna jalan.

    Gagasan menggunakan sistem Intelligent Drive adalah untuk mengurangi risiko pengemudi yang secara tidak sengaja mengemudi melawan arus lalu lintas, kami selangkah lebih dekat untuk mencapai tujuan ini.

    Fakta Menarik Tentang 'Cadillac One'

    Di balik kokohnya limousin hitam mobil kepresidenan Amerika Serikat yang kerap disebut sebagai 'Cadillac One', ternyata tersimpan fakta menarik di dalamnya. Inilah fakta-fakta menarik tersebut.


    Tidak Terlihat Seperti Mobil Mewah Khas Cadillac
    Berbeda dengan mobil kepresidenan sebelumnya, The Beast memiliki cukup banyak kesamaan dengan mobil produksi standar. Sasis, mesin diesel, dan transmisinya sama seperti yang digunakan truk komersil Chevrolet Kodiak. Hanya beberapa bagian lain yang bernuansa Cadillac yaitu lampu depan dari Cadillac Escalade dan lampu belakang dari Cadillac STS.

    Menggunakan Mesin Diesel
    Mobil ini menggunakan mesin Duramax Diesel 6.500 cc. Selain karena daya tahannya, mesin diesel juga memiliki volatilitas rendah sehingga mengurangi risiko meledak. Bahan bakar diesel pun dapat dengan mudah diperoleh di setiap negara yang Obama kunjungi. Karena mobil ini selalu dibawa oleh Gedung Putih kemana pun Obama berkunjung.

    Kecepatannya Lambat
    Dengan bobot hampir 10 ton, The Beast memiliki gerak sangat lambat. Akselerasi untuk mencapai kecepatan maksimumnya pada 96 km/jam membutuhkan waktu sekitar 15 detik. Rasio bahan bakarnya cukup boros, yakni satu galon untuk jarak 8 mil .

    Memiliki Pesawat Pengangkut Sendiri
    The Secret Service, Dinas Rahasia AS menggunakan pesawat pengangkut Globemaster C-17 untuk mengangkut The Beast, beberapa limousin lain dan kendaraan komunikasi berlapis baja Chevrolet Suburban setiap saat ketika Presiden bepergian.

    Kendaraan Lapis Baja Terbaik di Dunia
    Mungkin tidak ada kendaraan berlapis baja terbaik selain limousin ini. The Beast menggunakan delapan lapis pelat baja setebal 8 inci dan berat pintunya sama dengan pintu pesawat Boeing 757. Jendela antipeluru memiliki ketebalan lima inci dan lima lapisan untuk meredam ancaman senjata. The Beast juga menggunakan ban Goodyear dengan ukuran seperti ban sebuah bus dan antibocor. Interiornya diklaim dapat menahan serangan kimia. Sementara sebuah busa khusus membungkus tangki bahan bakarnya untuk mengantisipasi kebocoran.

    Penuh Peralatan Khusus
    Di bagian dalam The Beast terintegrasi berbagai peralatan khusus seperti pemadam kebakaran, tangki oksigen, tabung gas air mata, senapan, peluncur granat. The Secret Service pasti telah belajar banyak dari penembakan Presiden John F Kennedy langsung di mobil kepresidenannya.

    Cukup untuk Tujuh Penumpang.
    The Beast memiliki tiga penumpang utama yaitu supir, satu agen pelindung rahasia di kursi penumpang depan dan juga Presiden Obama. Empat kursi tambahan di bagian belakang digunakan untuk tempat presiden dan para tamunya, beserta meja lipat sebagai pemisah.

    Bukan Satu-satunya Limousin Kepresidanan
    Limousin lainnya yang memiliki spesifikasi yang sama juga disiapkan untuk menerima pejabat asing dan tamu VIP ketika mereka berada di Washington DC. Limousin lain juga digunakan ketika Obama tengah melakukan perjalanan yang dianggap riskan. Dengan dua limousin dalam satu rombongan, tentunya teroris pun akan bingung mobil mana yang sebenarnya ditumpangi presiden.

    Menggunakan Plat Nomor Spesial
    Tahun ini, dalam langkah yang dimotivasi secara politik, Presiden Obama memilih menggunakan plat nomor 800 002. Gedung Putih mengatakan bahwa keputusan tersebut menunjukkan penghargaan Obama terhadap masyarakat di Washington DC atas dukungan mereka untuk memperjuangkan hak suara, pemerintahan, dan anggaran otonomi.

    Mengenal Apa Itu Fitur Electronic Stability Control (ESC)

    Electronic Stability Control (ESC) atau dalam bahasa Indonesia disebut dengan Kontrol Stabilitas Elektronik adalah sebuah teknologi terkomputerisasi yang bertujuan untuk meningkatkan keamanan dari sisi pengendalian mobil dengan cara mendeteksi dan meminimalisir slip. 

    Ketika kontrol ini mendeteksi adanya kehilangan kontrol pengendalian, maka dengan otomatis sistem ini akan membantu rem untuk mengendalikan mobil. Sistem pengereman langsung berjalan ke masing-masing roda, rem roda depan akan mencegah oversteer dan rem roda belakang mencegah understeer. Kadang, sistem ini juga mengurangi tenaga mesin sampai mobilnya terkontrol kembali. 


    Badan Administrasi Keselamatan Jalan Raya atau National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA) menjelaskan kalau dalam penelitian mereka setelah melihat data 2008-2010, terungkap kalau ada ribuan nyawa yang selamat berkat fitur tersebut.

    Total ada lebih dari 2.200 nyawa selamat dalam periode 2008-2010 setelah NHTSA membandingkan mobil-mobil yang sudah menggunakan fitur ESC dan yang belum.

    Pemerintah Amerika sendiri meminta tiap produsen untuk memasang fitur ini sejak 2007 silam dan sudah mewajibkan semua mobil yang diproduksi dan dijual di Amerika sejak September 2011 untuk mengaplikasi fitur keamanan ini.
     
    Dilansir Wall Street Journal, para peneliti NHTSA memperkirakan kalau ESC menyelamatkan 634 nyawa pada tahun 2008, 705 nyawa pada tahun 2009 dan 863 nyawa pada tahun 2010.

    Sayangnya, Indonesia belum menerapkan kewajiban memasang fitur ini. Sebagian besar mobil yang dipasarkan di Indonesia pun belum memasang fitur ini. Kebanyakan mobil yang memasang fitur ini di Indonesia adalah mobil mewah dan mobil sport yang berharga mahal.

    Para produsen tidak memasangnya pada 'mobil penumpang biasa' di Indonesia untuk membuat harga jual mobil tidak menjadi terlalu mahal.