beritaposonline
Headlines News :
    beritaposonline
    beritaposonline
    Tampilkan postingan dengan label rem mobil. Tampilkan semua postingan
    Tampilkan postingan dengan label rem mobil. Tampilkan semua postingan

    Cermati Bunyi-bunyi di Mobil Pasca Banjir

    Bagi pengguna mobil yang kemarin sukses menerjang banjir ringan harus bersiap memperbaiki mobilnya. Biasanya akan muncul bunyi-bunyi, kalau dibiarkan mengakibatkan kerusakan lebih parah.

    Biasanya, munculnya bunyi-bunyi dari kaki 2-3 hari setelah mobil menerjang banjir. Utamanya dalam waktu cukup lama dan sering. Kalau cuma sesekali dan tidak terlalu lama kerendam, tidak ada yang rusak.


    Rem
    Komponen vital ini wajib diperiksa, khususnya rem cakram. Kotoran biasanya masuk antara kampas dengan cakram. Untuk mencegah cakram tergores, harus dibersihkan bersama dengan kampas. Periksa juga karet sil pada piston kaliper. Kalau sil aus, akibatnya sangat berbahaya, rem blong.

    Untuk rem tromol, air bisa saja menyusup sepatu rem dan teromol. Bahkan bisa merintangan kerja per sepatu rem. Untuk ini, periksa seluruh komponen rem dengan cermat. 
    Komponen rem dibersihkan selain dengan meniupkan udara dari kompresor, juga bisa menggunakan "brake part claner". Bila menggunakan cairan yang disebutkan terakhir (disemprotkan), bisa dilakukan tanpa melepas komponen rem dari tempat (namun roda tetap harus dicopot).
    Kaki-kaki
    Ball joint dan tie-rod juga wajib diperhatikan. Air yang tertinggal di dalam komponen ini bisa menimbulkan karat. Apalagi jika karet pelindungnya sudah getas. Jika dilakukan dengan cepat, tidak perlu mengganti suku cadang tersebut, cukup diolesi dengan gemuk. Karet pelindung as roda juga patut diperiksa karena sangat rentan kemasukan air. Apalagi yang sudah berumur dan mulai mengeras atau lecet-lecet.

    Bushing
    Komponen ini juga bisa rusak karena sering dan lama direndam banjir. Setiap terjadi gesekan dengan besi yang menyangganya, air masuk dan terjebak di dalamnya dan menimbulkan karat. Jika sudah begitu, bukan saja permukaan besi yang rusak, bushing dari karet tersebut akan aus dan menyebabkannya jadi longga. Bunyi-bunyian yang ditimbulkan semakin keras. Olesi bushing tersebut dengan gemuk atau bila perlu diganti

    Mengenal Apa Itu Fitur Electronic Stability Control (ESC)

    Electronic Stability Control (ESC) atau dalam bahasa Indonesia disebut dengan Kontrol Stabilitas Elektronik adalah sebuah teknologi terkomputerisasi yang bertujuan untuk meningkatkan keamanan dari sisi pengendalian mobil dengan cara mendeteksi dan meminimalisir slip. 

    Ketika kontrol ini mendeteksi adanya kehilangan kontrol pengendalian, maka dengan otomatis sistem ini akan membantu rem untuk mengendalikan mobil. Sistem pengereman langsung berjalan ke masing-masing roda, rem roda depan akan mencegah oversteer dan rem roda belakang mencegah understeer. Kadang, sistem ini juga mengurangi tenaga mesin sampai mobilnya terkontrol kembali. 


    Badan Administrasi Keselamatan Jalan Raya atau National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA) menjelaskan kalau dalam penelitian mereka setelah melihat data 2008-2010, terungkap kalau ada ribuan nyawa yang selamat berkat fitur tersebut.

    Total ada lebih dari 2.200 nyawa selamat dalam periode 2008-2010 setelah NHTSA membandingkan mobil-mobil yang sudah menggunakan fitur ESC dan yang belum.

    Pemerintah Amerika sendiri meminta tiap produsen untuk memasang fitur ini sejak 2007 silam dan sudah mewajibkan semua mobil yang diproduksi dan dijual di Amerika sejak September 2011 untuk mengaplikasi fitur keamanan ini.
     
    Dilansir Wall Street Journal, para peneliti NHTSA memperkirakan kalau ESC menyelamatkan 634 nyawa pada tahun 2008, 705 nyawa pada tahun 2009 dan 863 nyawa pada tahun 2010.

    Sayangnya, Indonesia belum menerapkan kewajiban memasang fitur ini. Sebagian besar mobil yang dipasarkan di Indonesia pun belum memasang fitur ini. Kebanyakan mobil yang memasang fitur ini di Indonesia adalah mobil mewah dan mobil sport yang berharga mahal.

    Para produsen tidak memasangnya pada 'mobil penumpang biasa' di Indonesia untuk membuat harga jual mobil tidak menjadi terlalu mahal.