beritaposonline
Headlines News :
    beritaposonline
    beritaposonline
    Tampilkan postingan dengan label pelumas. Tampilkan semua postingan
    Tampilkan postingan dengan label pelumas. Tampilkan semua postingan

    Tips Aman Menggunakan Aditif buat Mobil

    Pabrikan mobil memang tidak menyarankan Anda menggunakan aditif pada kendaraan Anda. Tetapi jika memang Anda terpaksa menggunakannya karena BBM berkualitas agak susah ditemui di jalanan seperti di daerah misalnya, Anda bisa menggunakan cara ini. 
    Penggunaan BBM yang tidak memiliki kualitas tinggi akan membuat mesin mobil mulai terasa tidak smooth. Apalagi mobil-mobil keluaran terbaru zaman sebenarnya sekarang membutuhkan bensin setidaknya dengan angka oktan minimal 90. 

    Jika menggunakan BBM dengan angka oktan di bawah 90, akan terasa penurunan performa kendaraan. Nah untuk mengatasinya, penggunaan aditif memang menjadi salah satu pilihan. 

    Pihak pabrikan sendiri tidak terlalu mengharamkan penggunaan aditif, asalkan penggunaannya benar. Misalnya aditif hanya diperkenankan satu macam saja, jangan mencampur berbagai aditif BBM sekaligus. 


    Penggunaannya pun dibatasi. Jika untuk mobil-mobil di kawasan Eropa, Australia, disarankan aditif digunakan sebanyak 1 botol di tangki BBM setiap kendaraan melaju 15.000 km. Sementara untuk mobil di luar kawasan tadi, penggunaan aditif disarankan sebanyak 1 botol di tangki BBM setiap kendaraan melaju sejauh 5.000 km.

    Inilah Komponen-Komponen Mesin yang Sering Bermasalah

    Meskipun anda tidak akan membenahinya sendiri tetapi anda wajib tahu beberapa komponen mesin yang paling sering bermasalah sehingga tidak mudah dicurangii oleh "bengkel nakal" dan membuat biaya perbaikan membengkak.


    Pendeteksian komponen rusak harus diawali dengan pengetahuan akan fungsi komponen tersebut. Berikut fungsi masing-masing komponen dan indikasi kerusakannya:

    1. Distributor
    Komponen ini berfungsi menyuplai tenaga hasil pengapian ke semua komponen penggerak di rangkaian mesin. Bila pendisribusian tenaga terganggu otomatis mesin bekerja dengan tidak baik.

    2. Koil
    Koil berfungsi untuk membangkitkan energi listrik. Sehingga bila rusak, maka proses pengapian juga tidak akan terjadi. Hal serupa juga terjadi pada busi, yang berfungsi untuk memantik proses pengapian.

    3. Busi
    Busi yang aus akan terlihat dari bentuk kepalanya yang sudah rusak atau bisa juga renggang. Bila anda menemukan salah satu busi bermasalah anda wajib mengganti satu set (seluruh busi mesin anda) karena biasanya kondisi busi lainnya tidak jauh berbeda.

    4. Sistem injeksi (Khusus mobil bersistem injeksi, bukan karburator)     Sistem injeksi ini adalah sistem distribusi bahan bakar yang mengalirkan bahan bakar kedalam silinder mesin.

    Sebenarnya komponen ini jarang rusak namun sering kali menimbulkan gejala bila kotor/tersumbat. Indikasi injector (sistem injeksi) tersumbat yaitu mesin akan bergetar kasar yang tiba-tiba muncul dan segera hilang kala gas diinjak dalam-dalam dan putaran mesin tinggi.

    Coba lakukan langkah berikut:
    - Nyalakan mesin dan masukan gigi pada posisi netral
    - Injak pedal gas dalam-dalam secara tiba-tiba (seperti mau ngebut)- Bila mesin terasa terbatuk; bahasa sehari-harinya "nge-brebet" kemungkinan besar injector anda kotor.

    Solusinya adalah dengan melakukan Injector Cleaning. Ada beberapa metode diantaranya Ulrasonic dan Interject Service. Injector Cleaning sebaiknya dilakukan setiap 40.000 km untuk menjaga sistem ini selalu prima.

    Sebagai catatan, bensin Premium lebih kotor dibandingkan Pertamax dan Pertamax+ sehingga otomatis mobil yang menggunakan bensin Premium Injectornya cenderung lebih cepat kotor.


    5. Karburator
    Secara fungsi sama dengan injektor yaitu memasok bensin ke silinder namun karburator bekerja secara mekanis manual sedangkan injektor yang sudah elektronik.

    Setelan katup Karburator
    Ini bukan komponen, hanya settingan saja. Bila setelan idle katup terlalu tinggi katup karburator tak menutup sempurna, dan menyebabkan supply bahan bakar ke silinder terlalu banyak.

    Inilah Penyebab RPM Mobil Naik Sendiri

    Mungkin Anda pernah mengalami tiba-tiba mobil Anda ”meraung” sendiri, alias gas meninggi padahal pedal tidak diinjak? Biasanya ini terjadi ketika kecepatan rendah atau dalam keadaan berhenti. 

    Bahayanya jika mobil kita bertransmisi otomatis. Proses pemindahan gigi dari netral ke D terasa keras seperti dipaksa. Sebab tekanan oli gearbox tergantung dari putara mesin. Efeknya tentu akan memperpendek usia transmisi. Selain itu mobil bisa meluncur cepat secara tiba-tiba. 

    Kasus gas meninggi ini biasanya terjadi pada mobil-mobil injeksi dengan pengaturan komputerisasi. Banyak mekanik langsung menuduh kalau gejala ini akibat dari servo idle speed control (ISC). Padahal, tidak sepenuhnya komponen ini bisa disalahkan. Banyak hal lain yang membuat kinerja ISC tidak optimal.

    Kemungkinan besar memang bermasalah pada ISC, tetapi bisa saja dari komponen lain. Pengguna yang jorok dan jarang merawat mobil, biasanya kerap mengalami hal ini.

    Langkah pertama, cek ISC itu sendiri. Indikasi terbesar karena kebocoran udara atau salah satu katup servo tidak menutup karena kotoran atau kerak uap oli yang terhisap dari ruang bakar. Bersihkan menggunakan lap atau cairan khusus. Jika komponen ini yang bermasalah, biaya penggantian akan cukup mahal, lebih dari Rp 3,5 juta.

    Jika ISC ternyata tidak bermasalah, mungkin bisa jadi karena hal berikut ini:
    1. Kurang menjaga kebersihan komponen yang seharusnya dirawat rutin. Misalnya saringan udara dan air flow sensor unit. Pastikan mengganti atau membersihkan secara teratur.
    2. Cek throttle body, injektor, EGR Valve. Rawat dan bersihkan.
    3. Selang-selang vacuum juga harus bersih. Tersumbat sedikit saja bisa mengakibatkan komponen lain terganggu.
    4. Karena mobil masa kini banyak mengandalkan sensor-sensor, jaga kondisinya dan selalu mengecek ketika perawatan berkala.

    Inilah Keunggulan Mesin Diesel Common Rail

    Pada era sekarang, mesin diesel yang beredar sudah ada 2 pilihan. Pertama mesin konvensional atau yang pertama diterapkan dalam mesin diesel dan yang kedua yakni mesin diesel common rail yang diklaim jauh lebih baik dibandingkan mesin diesel jenis konvensional.


    Lalu apa keunggulan dari mesin diesel Common Rail ini dibanding mesin diesel konvesional? Keunggulannya yakni bahan bakarnya jauh lebih irit dibanding diesel konvensional dan pembakarannya bisa lebih sempurna.

    Ini karena pengaturan untuk injeksi, waktu, jumlah dan tekanan bisa diatur dibanding yang konvensional yang hanya mengikuti putaran mesin.

    Selain itu untuk emisinya juga jauh lebih rendah dan output lebih tinggi dalam kaitannya dengan tekanan injeksi yang tinggi di setiap level penggunaan.

    Mesin diesel common rail juga tingkat kebisingannya lebih minim karena pengontrolan jumlah injeksi tersebut. Keunggulan lainnya seperti memperbaiki performa dalam kaitannya dengan pengaturan waktu penginjeksian yang fleksibel.

    Sementara untuk segi perawatannya juga jauh lebih mudah dibanding mesin konvensional dikarenakan diesel common rail itu sistemnya sudah menggunakan sensor jadi jauh lebih mudah daripada  konvesional yang masih manual.

    Untuk pengecekannya itu sendiri sebenarnya ada alatnya, jadi tinggal kita colok kerusakan-kerusakannya terdeteksi. Kalau konvensional lebih ribet karena settinganya manual dan mekanikal.

    Mengenal Diesel Particulate Filter pada Mobil Diesel Modern

    Pada mesin diesel modern terdapat sebuah peranti bernama Diesel Particulate Filter (DPF), yang berfungsi menyaring partikel kasar dari bahan bakar. Alhasil bahan bakar yang masuk ke injektor bisa lebih halus.
    Normalnya, DPF bisa melakukan pembersihan partikel sendiri dengan membakar atau mereaksikannya. Namun ada kalanya kotoran partikel sudah menumpuk dan meng­akibatkan penyumbatan. Saat inilah indikator tersebut menyala.

    Apabila dibiarkan bisa fatal untuk mesin. Suplai bahan bakar akan terhambat yang mengakibatkan peningkatan tekanan secara drastis di saluran sebelum DPF. Bila partikel kasar tak bisa disaring lagi dan masuk ke mesin, maka injektor juga bisa rusak.

    Untuk amannya, saat lampu DPF menyala Anda telepon bengkel untuk melakukan penggantian filter di rumah atau menderek mobil ke bengkel.

    Tips Ringan Ganti Oli Mesin Mobil

    Untuk memilih pelumas yang tepat sebenarnya sangat mudah. Tapi tak jarang pemilik kendaraan dibuat bingung karena banyak mendapat masukan dari teman-temannya soal penggunaan pelumas. 
    Berikut tips ringan memilih pelumas yang baik:

    Pertama, pelumas sesuai dengan rekomendasi dari pabrikan mobil. Di sini yang harus dilihat itu kekentalan pelumasnya. Kekentalan pelumas kan bermacam-macam ada yang 10:40, 5:40 atau 15:50.

    Kedua, perhatikan spesifikasi performance pelumas. Karena pelumas yang baik harus memenuhi standar international. Hal itu dapat dilihat dari tulisan EPI, SN, atau SI.

    Selain itu, konsumen yang hendak mengganti oli sebaiknya memilih pelumas yang direkomendasikan oleh masing-masing pabrikan. Karena yang mangakui pelumas itu bagus atau tidak adalah manufactur tersebut.

    Biasanya setiap pabrikan tidak hanya merekomendasikan satu produk pelumas. Sebagai langkah antisipasi jika suatu kendaraan itu berada di satu tempat tapi pelumas tertentu tidak ada. Makanya tidak hanya satu produk yang direkomendasikan.

    Hal penting lainnya, konsumen sebaiknya mengikuti prosedur yang dianjurkan pabrikan untuk mengganti oli. Misalnya, perusahan A merekomendasikan ganti oli setelah penggunaan mobil mencapai 5.000 km atau 10.000 km, maka konsumen harus ikut menggantinya.

    Inilah Perawatan Mobil Yang Bisa Dikerjakan Sendiri

    Berikut ini adalah perawatan mobiluntuk hal-hal kecil yang dapat dilakukan sendiri tanpa bantuan mekanik:


    Cek Tekanan dan Isi Angin Ban:
    Waktu: 15 menit, satu bulan sekali
    Spare Part: Tidak ada

    Peralatan: pengukur tekanan ban, pompa angin (biasanya banyak tersedia di SPBU)
    Menjaga ban mobil Anda terisi angin dengan tekanan yang pas sangatlah penting untuk tiga alasan, yakni meningkatkan keselamatan selama mengendarai mobil (kendali mobil Anda akan lebih baik pada saat pengereman mendadak dan belok). Anda tidak akan pernah menyadari tekanan ban hingga Anda melakukan pengereman mendadak atau membanting setir di jalanan. Anda akan merasakan itu ketika tekanan ban Anda kurang dan itu mempengaruhi performa mobil Anda. Banyak kasus kecelakaan terjadi hanya karena ban kempes, tidak mau kan mengalamikecelakaan hanya karena permasalahan sepele ini.

    Anda cukup menggunakan pengukur tekanan ban yang dapat Anda beli bengkel-bengkel. Dan Anda dapat menambah tekanan ban Anda di SPBU yang memberikan layanan gratis untuk pengisian angin ban. Pastikan juga bahwa Anda telah mengetahui berapa tekanan ban yang cocok untuk mobil dan jumlah orang yang biasa berada di mobil Anda.

    Merotasi Letak Ban
    Waktu: 1 Jam
    Spare Part: Tidak Ada
    Peralatan: Dongkrak dan kunci pas
    Mengapa perlu merotasi letak ban? Dua ban depan seringkali lebih cepat tipis dibandingkan dengan ban belakang karena pengereman dan belok arah mempengaruhinya. Dengan merotasi letak ban, Anda dapat memastikan bahwa kedua ban tersebut tidak perlu penggantian segera. Selain itu, ketika Anda melakukan rotasi sendiri, Anda dapat dengan jelas meneliti ban apakah ada kerusakan atau keausan. Mungkin juga Anda akan mendapati paku yang nempel di ban.

    Bagaimana caranya? Untuk memastikan apakah Anda merotasi dengan benar, ada baiknya melihat buku panduan mobil yang menjelaskan tentang pola rotasi letak ban dengan benar.

    Mengganti Filter Angin
    Waktu: 5 menit
    Spare part: Filter angin baru
    Peralatan: Obeng

    Mekanik bengkel dengan cepat dapat mengganti filter angin dan sangat menguntungkan karena biasanya bengkel memberikan harga yang lebih tinggi. Mengganti filter angin yang hanya membutuhkan waktu singkat, 5 menit, dapat menghilangkan kotoran di mesin dan meningkatkan efisiensi bahan bakar. Pada area-area yang banyak terdapat kotoran, gantilah filter tersebut lebih sering dibandingkan dengan yang lain. Jika Anda mempelajari dimana letak dan bagaimana mengganti filter, maka akan semakin mudah bagi Anda untuk memperpanjang daya tahan mesin Anda.
      

    Mengganti Lampu dan Sekering
    Waktu: 30 menit
    Spare part: Lampu dan sekering pengganti (biasanya dijual dalam box berbagai ukuran)
    Peralatan: Obeng

    Lampu depan dan belakang merupakan item keselamatan yang penting. Tidak membutuhkan biaya yang banyak untuk mengganti lampu dan/atau sekering, tapi apa Anda benar-benar mau repot-repot ke bengkel? Bila ke bengkel, Anda harus menunggu dan mungkin harus membayar 50 persen lebih mahal untuk penggantian tersebut. Jadi ada baiknya Anda membeli sendiri lampu atau sekering di toko otomotif, lalu lakukan penggantian sendiri.

    Bagian tersulit dalam mengganti lampu depan atau belakang adalah mengambil lampu. Lihat petunjuknya dan pahami terlebih dahulu. Sedangkan untuk meraih kompartmen sekering lebih mudah. Untuk mendapatkan sekering yang tepat, Anda perlu untuk melihat bagan elektronik di buku petunjuk.
      
    Mengganti Oli Mobil
    Waktu: 1 (satu) jam
    Spare part: Oli mesin, filter oli.
    Peralatan: Dongkrak, wadah untuk oli bekas, kunci pas, kanebo atau lap.

    Dengan mengganti oli mobil sendiri, Anda telah menghemat pengeluaran untuk salah satu hal yang sering dilakukan upsell di bengkel. Penggantian oli mobil memang membutuhkan pengetahuan yang agak lebih dibandingkan dengan perbaikan mobil yang ada dalam daftar ini. OLeh karena itu ada baiknya Anda ditemani minimal dengan orang yang sudah mempunyai pengetahuan sedikit tentang mobil. Setelah mampu menguasai tugas ini, Anda dapat merasa seperti mekanik sungguhan.