beritaposonline
Headlines News :
    beritaposonline
    beritaposonline
    Tampilkan postingan dengan label Pendidikan Seksual. Tampilkan semua postingan
    Tampilkan postingan dengan label Pendidikan Seksual. Tampilkan semua postingan

    Sperma yang Sehat

    Sperma yang Sehat - Sperma yang bagus untuk pembuahan

    Sperma merupakan salah satu aset yang paling berharga bagi kesuburan pria, karena sperma membawa sifat-sifat pemiliknya yang diteruskan kepada keturunannya melalui proses reproduksi.
    Sperma adalah salah satu aset penting yang sangat berharga bagi pria,melalui spermalah seorang pria akan mendapatkan keturunan melalui proses reproduksi.Sperma juga membawa sifat sifat dari si pria dan akan diturunkan kepada anaknya nanti.Hanya Sperma yang sehat dan berkualitas yang mampu memberikan itu semua.
    Mengingat begitu pentingnya sperma bagi pria,mari kita ketahui bagaimana sperma yang sehat dan faktor apa saja yang bisa mempengaruhi kesehatan dan kualitas sperma.
    Sperma yang Sehat


    Kualitas sperma dipengaruhi oleh kondisi kesehatan pria selama proses pembentukannya.Salah satu faktor pokok yang sangat mempengaruhi kualitas sperma adalah asupan nutrisi yang diperoleh dari makanan.Zat gizi dari makanan itu ibarat pupuk yang akan terus menjaga sperma agar tetap dalam kualitas unggul.Berikut hal hal penting mengenai kesehatan pria yang mempengaruhi kesuburan seperti dilansir giboo.com.

    Penelitian yang dilakukan oleh dr. Jorge Chavarro, seorang asisten profesor dari Harvard School of Public Health, mengungkapkan bahwa konsumsi lemak trans (trans fat) berkorelasi langsung dengan konsentrasi sperma.
    Dalam pertemuan tahunan American Society for Reproductive Medicine di Orlando pada Oktober tahun lalu, seperti dikutip dari jurnal kesehatan Fertility and Sterility, "Semakin tinggi asupan lemak trans maka semakin rendah konsentrasi sperma seorang pria."

    Lemak jenis ini banyak dijumpai pada makanan siap saji (fast food). Oleh karena itu untuk menjaga konsentrasi sperma tetap normal sebaiknya Anda menghindari makanan siap saji.
    Indikator kesuburan sperma lainnya adalah pergerakan (motility) sperma dalam membuahi sel telur. Kaitan pengaruh asupan makanan terhadap pergerakan sperma dijelaskan oleh peneliti lainnya dari Harvard School of Public Health, Audrey Gaskins.

    Dalam forum yang sama dengan Chavarro, Ia memaparkan hasil penelitiannya bahwa prudent diet yaitu pola makan sehat yang kaya asupan ikan, buah-buahan segar, sayuran, kacang-kacangan, dan gandum utuh (whole grain) terbukti mampu meningkatkan pergerakan sperma.

    Sebaliknya western diet yang mengandung banyak daging merah, karbohidrat refinasi (refined carbs), manisan, dan minuman energi memiliki efek buruk terhadap pergerakan sperma.

    Selain pergerakan dan konsentrasi sperma, indikator kesuburan sperma adalah bentuk (morfologi) sperma. Dr. Spence Pentland, seorang Fellow of the American Board of Oriental Reproductive Medicine dalam situs pribadinya menjelaskan bahwa makanan yang kaya akan antioksidan mampu mencegah kerusakan sperma akibat radikal bebas.

    Jatuh Cinta Pada Pria Dewasa

    Jatuh Cinta Pada Pria Dewasa
    Dia Ayah mu?..,” begitu penilaian Dea, ketika Sarah mengenalkan Rico, kekasihnya kepadanya. Dea mungkin hanya sekedar becanda,Tapi komentar dari Dea membikin Sarah menjadi resah juga. Bayangkan, beda usianya dengan Rico, 13 tahun.
    Jatuh Cinta Pada Pria Dewasa
    Bukan merupakan hal yang normal yang dialami gadis-gadis seusianya yang masih mengenakan rok putih abu-abu. Kalau temen-temen sekolahnya biasa guyon  bareng kekasihnya kapan aja mereka inginkan, kalau Sarah harus menunggu kehadiran Rico sepulang dari tempat kerjanya.
    Belum lagi sifat mereka yang lebih banyak bedanya daripada kesamaannya. Rico lebih tenang, meskipun orangnya humoris juga. Sementara Sarah, biarpun termasuk gadis pendiam dan kalem, suka bingung dengan perkataan Rico yang kadang agak tidak nyambung dengan jalan pikirannya.

    Tapi karena Sarah berpegang pada pendapat orang, makin banyak perbedaan, justru makin baik.Sarah pun memilih untuk tetap mempertahankan hubungannya. Ia malah merasa nyaman karena Rico lebih banyak membimbingnya dan memberi masukan yang berarti buat dirinya.

    “Tapi kamu nggak takut dewasa sebelum waktunya ?” Lagi-lagi pertanyaan dari Dea membikin Sarah kembali menjadi bingung. Jadi, tetep jalan terus atau harus putus aja ?

    Setiap menjalani suatu hubungan, pastilah akan ada resiko dan dampak yang harus diambil. Kita sih kepengennya ketemu ‘Pangeran Impian’ yang jadi idaman kita. Tapi kok, hati jadi terpaut sama si dia yang jelas-jelas lebih cocok jadi ‘saudara tua’ atau malah cocok sebagai Ayah, seperti yang telah dibilang Dea.

    Kalau kata orang sih, kebahagiaan itu bersumber dari hati dan pikiran. Kalau perasaan enjoy dan enggak stres, kamu juga bisa lebih tenang menapaki hidup. Daripada pilih cowok yang seumuran atau beda dikit sama kita, tapi selalu bikin kesel dan mules. Yang ada, bukannya kamu yang bahagia tapi justru kamu yang dibikin pusing sama sikap dia. Meskipun belum tentu yang lebih dewasa pun, mempunya sikap membimbing dan kebapakan.

    Sayangnya, ada aja yang suka salah kaprah. Dikiranya, kalau pacaran sama yang lebih tua dan mapan, bakal ‘nyaman’  hidupnya. Tidak jarang, kita suka denger cewek yang ‘gampang’ aja digaet sama pria hidung belang yang telah berumur.

    Dengan modal bualannya yang aduhai, mereka berhasil memikat hati dan bikin kita percaya sama rayuan gombalnya. Niat mencari pria yang dewasa yang bisa mengertiin dan membimbing, eh malah ngejebak dan membikin hidup kamu justru menjadi berantakan. Nah, kalau udah kayak gini, bukan kamu aja yang rugi. Orangtua juga akan ikutan sedih. Ternyata, bayangan pria dewasa dan ‘baik-baik’, tidak seindah yang kita duga.

    Enggak semua orang, terlihat baik seperti yang kita perkirakan. Makanya, biar penampilannya keren dan dewasa, kamu juga perlu selektif dan teliti menilai dia sebelum memutuskan menjadi kekasihnya. Jangan sampai pilihan yang sudah kamu tetapkan, malah menjurumuskan kamu nantinya.

    Tapi jangan pula keburu pesimis kalau punya cowok berumur jauh. Kalau ternyata doi beneran sayang, pertahankan deh dia untuk beberapa waktu, sambil kamu juga terus memberikan penilaian. Apakah dia serius atau cuma main-main aja. Kalau perlu, beri dia sedikit plonco buat mengetes keseriusannya dengan kita. Biasanya, kalau cowok berumur tuh, bawaannya nggak mau main-main lagi. So, kamu pun harus serius pula menanggapinya.

    Buat kamu, pria mana yang bakal kamu pilih ?

    RESIKO ABORSI

    RESIKO ABORSI
    RESIKO ABORSIAkibat pergaulan bebas memang selalu menjadi topik perbincangan serius dikalangan ahli sampai orang tua.Salah satu akibat yang paling umum adalah terjadinya hamil diluar nikah.Kehamilan yang tidak dikehendaki pasangan diluar nikah bisa membuat mereka akan merasa akan terhambat dan ketakutan.Macam macam alasannya,misalnya karena takut menanggung malu akan di olok olok oleh lingkungan disekitar.Hal ini juga karena  masih banyak para orang tua yang mendapati akibat dari perbuatan anak anaknya ini akan menganggapnya sebagai aib keluarga.

    Namun,rupanya Jalan pintas yang dijadikan penyelesaian terhadap masalah ini yang sebenarnya tidak akan pernah menyelesaikan masalah malah justru seringkali menjadi pilihan.Ya,aborsi ,sebuah jalan pintas untuk menggugurkan kandungan secara paksa yang akan diancam dengan hukuman pidana.

    Resiko resiko tinggi akibat aborsi


    Aborsi memiliki resiko yang tinggi terhadap kesehatan maupun keselamatan seorang wanita. Tidak benar jika dikatakan bahwa jika seseorang melakukan aborsi ia “tidak merasakan apa-apa dan langsung boleh pulang”.

    Ini adalah informasi yang sangat menyesatkan bagi setiap wanita, terutama mereka yang sedang kebingungan karena tidak menginginkan kehamilan yang sudah terjadi.

    Ada 2 macam resiko kesehatan terhadap wanita yang melakukan aborsi:
    1. Resiko kesehatan dan keselamatan secara fisik
    2. Resiko gangguan psikologis

    1.Resiko kesehatan dan keselamatan fisik

    Pada saat melakukan aborsi dan setelah melakukan aborsi ada beberapa resiko yang akan dihadapi seorang wanita, seperti yang dijelaskan dalam buku “Facts of Life” yang ditulis oleh Brian Clowes, Phd yaitu:

    1. Kematian mendadak karena pendarahan hebat
    2. Kematian mendadak karena pembiusan yang gagal
    3. Kematian secara lambat akibat infeksi serius disekitar kandungan
    4. Rahim yang sobek (Uterine Perforation)
    5. Kerusakan leher rahim (Cervical Lacerations) yang akan menyebabkan cacat pada
    anak berikutnya
    6. Kanker payudara (karena ketidakseimbangan hormon estrogen pada wanita)
    7. Kanker indung telur (Ovarian Cancer)
    8. Kanker leher rahim (Cervical Cancer)
    9. Kanker hati (Liver Cancer)
    10. Kelainan pada placenta/ari-ari (Placenta Previa) yang akan menyebabkan cacat
    pada anak berikutnya dan pendarahan hebat pada saat kehamilan berikutnya
    11. Menjadi mandul/tidak mampu memiliki keturunan lagi (Ectopic Pregnancy)
    12. Infeksi rongga panggul (Pelvic Inflammatory Disease)
    13. Infeksi pada lapisan rahim (Endometriosis)

    2.Resiko kesehatan mental

    Proses aborsi bukan saja suatu proses yang memiliki resiko tinggi dari segi kesehatan dan keselamatan seorang wanita secara fisik, tetapi juga memiliki dampak yang sangat hebat terhadap keadaan mental seorang wanita.
    Gejala ini dikenal dalam dunia psikologi sebagai “Post-Abortion Syndrome” (Sindrom Paska-Aborsi) atau PAS. Gejala-gejala ini dicatat dalam “Psychological Reactions Reported After Abortion” di dalam penerbitan The Post-Abortion Review (1994).

    Pada dasarnya seorang wanita yang melakukan aborsi akan mengalami hal-hal seperti berikut ini: 

    1. Kehilangan harga diri (82%)
    2. Berteriak-teriak histeris (51%)
    3. Mimpi buruk berkali-kali mengenai bayi (63%)
    4. Ingin melakukan bunuh diri (28%)
    5. Mulai mencoba menggunakan obat-obat terlarang (41%)
    6. Tidak bisa menikmati lagi hubungan seksual (59%)
    Diluar hal-hal tersebut diatas para wanita yang melakukan aborsi akan dipenuhi perasaan bersalah yang tidak hilang selama bertahun-tahun dalam hidupnya.

    Tidak Berdarah Pada Malam Pertama

    MENGAPA TIDAK BERDARAH PADA MALAM PERTAMA ?
    Sumber : Dwiana Ocviyanti Idrus, dr. SpOG (SWARA (no. I/45))

    SAYA ibu rumah tangga (28), sudah menikah tiga tahun dan mempunyai satu putri berusia dua tahun. Kehidupan saya dan suami cukup bahagia, namun ada suatu persoalan yang selalu membayangi saya. Saat baru menikah, di malam pertama saya tidak "mengeluarkan darah". Suami saya memang tidak mempersoalkan hal itu dan hingga saat ini kami tidak pernah membicarakannya. Mungkin ia menjaga perasaan saya. Tetapi, hati saya tetap merasa tidak enak dan saya merasa tidak mampu membuktikan kepada suami saya bahwa saya masih perawan. Hal ini membuat saya merasa rendah diri. Saya betul-betul belum pernah melakukan hubungan seksual dengan siapa pun kecuali dengan suami saya saat malam pertama itu. Mengapa saya tidak dapat "mengeluarkan darah" meskipun saya yakin masih perawan? Dapatkah selaput dara robek tanpa saya ketahui?

    SELAPUT dara merupakan bagian dari alat kelamin perempuan yang paling banyak menjadi topik pembicaraan.
    Tidak Berdarah Pada Malam PertamaKeutuhan selaput dara yang oleh sebagian besar masyarakat awam dianggap dapat dibuktikan dengan terjadinya perdarahan dari vagina pada saat pertama kali melakukan hubungan seksual, merupakan lambang kesucian atau keperawanan (virginity) bagi seorang perempuan yang belum menikah. Banyak cerita tragis tentang kehidupan seorang perempuan yang dihubungkan dengan masalah keutuhan selaput dara.


    Bahasa Latin dari selaput dara adalah hymen yang berasal dari nama dewa Junani yaitu dewa perkawinan. Selaput dara merupakan tonjolan dari lapisan bagian dalam vagina (mukosa vagina) dan terletak pada bagian paling luar vagina (mulut vagina). Umumnya selaput dara berbentuk seperti "renda" yang mengelilingi bagian tepi mulut vagina. Ketebalan, kelenturan, serta bentuk selaput dara amat bervariasi.

    Vagina sendiri berbentuk seperti liang yang dibatasi dengan lapisan mukosa di permukaannya dan otot-otot di bawahnya. Vagina mempunyai daya elastisitas yang amat baik dan diameternya dapat mengembang sedemikian rupa dengan pengaruh hormon-hormon dan rangsangan seksual. Demikian juga dengan selaput dara. Variasi ketebalan, kelenturan serta bentuk selaput dara menentukan mudah tidaknya selaput dara ini "robek" bila terjadi peregangan pada vagina.

    Seperti halnya jaringan tubuh lainnya, selaput dara juga mempunyai pembuluh-pembuluh darah. Letak serta besar pembuluh darah ini amat bervariasi pula. Hal-hal di atas ini yang amat mempengaruhi adanya "perdarahan" saat pertama kali terjadinya hubungan seksual. Contohnya sebagai berikut. Selaput dara yang tipis, lentur serta mempunyai lekukan (rugae) sehingga berbentuk seperti anemon (lihat gambar) adalah jenis selaput dara yang paling elastis dan tidak mudah robek saat terjadinya penetrasi oleh benda-benda tumpul termasuk penetrasi penis saat hubungan seksual.
    Selaput dara yang tebal, serta tidak mempunyai lekukan-lekukan sehingga berbentuk seperti cincin (anular) mungkin merupakan jenis selaput dara yang mudah robek bila teregang.

    Jenis lain dari selaput dara adalah yang hampir menutupi seluruh mulut vagina dan hanya mempunyai lubang-lubang kecil tempat keluarnya darah haid sehingga berbentuk seperti saringan (cribriform). Selaput dara seperti ini tentu saja dapat dipastikan akan robek saat melakukan hubungan seksual.
    Selaput dara yang menutupi seluruh mulut vagina seperti penutup gendang, akan menyebabkan tidak dapat keluarnya darah haid. Hal ini merupakan kelainan yang dikenal dengan nama hymen imperforata.

    Wanita dengan selaput dara semacam ini akan mengalami pengumpulan darah haid di dalam vagina, dan seringkali juga rahimnya. Keluhan yang dinyatakan adalah hingga usia akil balik ia tidak pernah mengalami haid namun setiap bulannya ia tetap merasakan rasa tidak enak pada perut bagian bawah seperti mereka yang sedang mengalami haid. Selaput dara jenis ini biasanya cukup tebal, dan memerlukan tindakan pembedahan kecil yang amat sederhana untuk membuat lubang yang cukup untuk tempat keluarnya darah haid.

    Tidak seluruh selaput dara dirobek, sehingga pada saat berhubungan seksual pertama kalinya, perempuan yang pernah mengalami tindakan pembedahan untuk membuat lubang pada selaput daranya ini masih mungkin mengalami perdarahan lagi.

    Letak dan jenis pembuluh darah yang bervariasi juga mempengaruhi adanya dan jumlah perdarahan yang terjadi. Bila robekan selaput dara terjadi pada daerah yang kebetulan hanya sedikit sekali mengandung pembuluh darah dan pembuluh darahnya berukuran amat kecil, maka saat hubungan seksual perdarahan yang terjadi dapat sedikit sekali, bahkan hanya setitik sehingga tidak dapat dikenali. Terlebih bila saat melakukan hubungan seksual terjadi ejakulasi, darah yang hanya setitik itu akan tercampur dengan cairan sperma. Bila robekan pada selaput dara mengenai pembuluh darah yang cukup besar, tentu saja perdarahan yang terjadi akan tampak nyata.
    Letak selaput dara pada mulut vagina cukup tersembunyi di belakang bibir kemaluan kecil (labia mayora).

    Pada perempuan yang belum pernah melakukan hubungan seksual dan belum pernah melahirkan anak melalui jalan lahir biasa, bibir kemaluan kecil tampak menangkup di depan mulut vagina, sehingga amat sulit menampakkan mulut vagina dan selaput dara meskipun perempuan tersebut terbaring dengan kedua sisi terentang (posisi litomi).

    Dengan selaput dara yang demikian terlindung akan sulit sekali terjadi robekan pada selaput dara saat melakukan aktivitas biasa termasuk aktivitas olah raga seperti berlari, berkuda dan senam. Kecuali bila terjadi perlukaan pada darah alat kelamin yang cukup hebat yang tentunya juga akan mengenai bibir kemaluan kecil dan bibir kemaluan besar.

    Dengan kata lain, hampir tidak mungkin terjadi robekan pada selaput dara bila bukan ada suatu benda yang sengaja atau tidak sengaja menusuk ke arah liang vagina atau terjadi suatu kecelakaan yang begitu hebat hingga mencederai seluruh alat kelamin luar juga. Pada kondisi seperti ini tentunya perempuan yang mengalaminya akan merasakan nyeri karena pada daerah alat kelamin luar ini banyak terdapat ujung-ujung saraf yang menyebabkan daerah tersebut amat sensitif.

    Pemeriksaan selaput dara

    PEMERIKSAAN untuk menilai utuh tidaknya selaput dara juga bukan merupakan pemeriksaan yang mudah. Pemeriksa haruslah seorang yang ahli dan sudah biasa melakukan pemeriksaan tersebut. Pertama-tama perempuan yang akan diperiksa akan dibaringkan dalam posisi terlentang pada meja khusus untuk pemeriksaan ginekologi. Kedua kakinya diletakkan pada penyangga khusus sehingga kedua sisi pahanya akan terentang. Dengan satu tangan pemeriksa akan menyingkapkan kedua bibir kemaluan kecil sehingga selaput dara dan mulut vagina dapat ditampakkan.

    Agar selaput dara dapat ditampakkan dengan jelas, perempuan yang diperiksa harus cukup santai. Untuk dapat menilai ada tidaknya robekan pada selaput dara maka mulut vagina dan selaput dara harus agak diregangkan.
    Setelah selaput dara tampak teregang, baru dapat ditampakkan lokasi robekan. Pemeriksa yang belum biasa atau belum ahli dalam hal ini seringkali akan mendapatkan kesulitan melakukan penilaian adanya robekan, terutama bila robekan itu adalah robekan yang sudah lama pada selaput dara yang berbentuk seperti anemon (memiliki rugae).

    Setelah uraian di atas khususnya mengenai adanya variasi kelenturan selaput dara maka tentu saja pemeriksa tidak dapat menyimpulkan apakah perempuan yang diperiksa ini masih "perawan" atau tidak dalam arti apakah perempuan yang diperiksa ini sudah pernah melakukan hubungan seksual atau tidak.
    Seorang perempuan dengan selaput dara yang utuh tetapi elastis, dapat saja sudah pernah melakukan hubungan seksual tanpa mengalami robekan pada selaput daranya. Sebaliknya seorang perempuan dengan robekan pada selaput dara dapat saja mengalami robekan bukan karena hubungan seksual tetapi karena kecelakaan, karena melakukan masturbasi menggunakan jari atau benda-benda lain yang dimasukkan pada liang vagina, atau karena pemakaian tampon